Resume MKOA: Efek Obat dalam Akuakultur terhadap lingkungan (Bab 7)

Pendahuluan

Akuakultur berkembang lebih cepat dari sector produksi suplay pangan hewani lain

Kontribusinya:

1970                       3.9 %

2005                       33 %

Dari sisi sistem dan teknologi: Traditional >>> Intensif

–          Penyakit infeksius menjadi ancaman

–          Ikan dan udang sering terganggu dengan adanya penyakit bacterial

–          Akuakulturis menggunakan antimikrobakterial (terutama yg sintesis: antibiotik dan bahan2 kimia lainnya) u/ mengatasinya

* Yang dibicarakan hanya bacterial karena kalau viral masih sulit u/ ditangani

Bahan kimia dalam akuakultur

  • Disinfektan (e.g. hydrogen peroxide dan malachite green)
  • Antibiotik (e.g. sulfonamides dan tetracycline)
  • Anthelmintic agents (e.g. pyrethroid insecticides and avermectines)

 

A. Efek samping disinfektan terhadap lingkungan akuakultur

Bahan kimia : H2O2 (hydrogen Peroksida), malachite green (anti fungi), KMnO4

1. H2O2

–          FDA (BPOM AS) mengeluarkan H2O2 dari daftar bahan kimia yang diperbolehkan untuk akuakultur (2007)

–          Biasa digunakan untuk bahan anti-fungiterutama pada telur

–          H2O2 untuk anti-bakteri

–          H2O2 merupakan oksidator yang kuat, biasa juga digunakan sebagai pemutih kertas

–          Mengandung unsur O2 yang sangat reaktif, sehingga digunakan untuk desinfektan

–          Efek samping: kerusakan jaringan (melisis/mengoksidasi membrane/jaringan luar bakteri)

2. Malachite green

–          Sering digunakan u/ mengontrol Ichtiophthirius dan ektoparasit lainnya (Chilodonella, Costia, Scypedia, Bodamonas, Trichophyra)

–          Merupakan bahan pewarna sintetis, desinfektan, pewarna woll. Kapas, sutra, kertas

–          Bersifat karsinogenik (memicu pertumbuhan sel-sel abnormal)

–          Sulit didegradasi, hasil degradasi yg sejauh ini berhasil dilakukan masih bersifat karsinogenik

 

2. Efek samping Antibiotik terhadap lingkungan akuakultur

  • Memunculkan bakteri yang resisten terhadap antibiotik tertentu

–          Plasmide yang membawa gen resisten bisa menular ke bakteri-bakteri lainnya melalui proses konjugasi (Nakajima 1983)

–          bakteri resisten akan kebal dengan obat yang sama (Duran and Marshal 2005)

E. Coli (penyebab diare), Salmonella thyphi (Penyebab types), Shigella sannei (penyebab disentri) pada manusia sudah resisten dengan 10 antibiotik teresebut

  • Treathment alternatif:
  1. Vaksinasi
  2. Probiotik: suatu mikroorganisme hidup yang apabila diberikan dalam jumlah yang mencukupi dapat meningkatkan kesehatan inang (Reid et al 2003)>>> Sbg imunostimulan
  3. Essential Oil (EO): Cairan volatile yang berisi substansi yang bertanggung jawab terhadap munculnya bau pada tumbuhan >>> Bisa diekstrak dg destilasi dari bunga, tunas, batang, dll
  4. Phage Theraphy: menggunakan bakteriopage u/ terapi (Page merupakan virus yang menginfeksi bakteri)

 

3. Efek samping Anthelmitic terhadap lingkungan akuakultur

  • Pestisida adalah contoh yang biasa digunakan
  • Dampak buruk pestisida
  1. Kesehatan manusia: keracunan melalui mulut, kulit dan pernafasan

Baru bisa diketahui setelah kronis (dalam waktu yang lama)

Teratogenik (elahiran cacat), mutagenic, karsinogenik

  1. Kualitas lingkungan

 

5. Beberapa kasus penolakan Komoditas Indonesia

  1. Ekspor udang sumut diancam tertolak di unieropa akibat kandungan logam berat dan kimia bernahaya
  2. Ikan tuna Indonesia ditolak uni eropa karena kandungan logam beratnya

 

Disusun oleh Abdul Aziz

01 April 2013 @ Al Hurriyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s